Stroom Listrik Pintar : Dibeli dengan Rupiah didapatnya kWh

By | September 9, 2015

listrik pintar

Stroom Listrik Pintar : Dibeli dengan “Ruplah” didapatnya “kWh”

Rupiah atau kWh ?

Stroom Listrik dengan skema Prabayar sering kali disamakan dengan pendahulunya pulsa handphone, padahal sistem keduanya tidaklah sama. Stroom listrik yang tertera datam struk pembelian ataupun yang ditampilkan dalam kWh meter pelanggan bukanlah nilai rupiah sebagaimana pulsa
hondphone melainkan kWh (kilo Watt hour). Jadi apabila pelanggan menemukan angka 66 atau 91 dan seterusnya yang tertera dalam struk pembelian ataupun di kWh meter maka bukan diartikan Rp 66.000 atau Rp 91.000 melainkan 66 kWh atau 91 kWh.

Simulasi

Komponen Perhitungan Stroom/Token/Pulsa Ustrik

A. Nilai Rupiah Bayar
Jumlah uang / rupiah yang kita keluarkan mempengaruhi jumlah kWh atau energi listrik yang  akan diperoleh

B. Biaya Administrasi Bank
Merupakan biaya administrasi yang dikenakan oleh Bank terhadap setiap transaksi melalui bank  tersebut. Besaran Biaya Administrasi Bank berbeda pada masing•masing Bank berkisar Rp 1.600  s.d. Rp 5.000

Wajib dibaca!  Apa sih PUPNS itu? Bagaimana Cara Daftarnya?

C. Biaya Materai
Biaya Materai berlaku untuk semua jenis transaksi keuangan dimana utk transaksi Rp 250.001 s.d. Rp 1 Juta dikenakan biaya materai Rp 3.000,- dan transaksi diatas Rp 1 luta dikenakan biaya materai Rp 6.000

D. PaJak Penerangan Jalan (PPJ)
Pajak Penerangan Jalan (PPJ) adalah pajak yang dikenakan kepada pelanggan PLN sebagai salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dasar hukum PPJ adalah Peraturan Pemerintah (PP) No. 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah dan diikuti dengan Peraturan Daerah (PERDA) setempat. Dalam
Perda tersebut PPJ dipungut oleh PLN dan hasilnya langsung diserahkan kepada PEMDA Tk II terkait. Besaran PP1 untuk Golongan Tarif Rumah Tangga berbeda pada masing-masing Kabupaten atau Kota di Lampung berkisar 7-10%.

Wajib dibaca!  Training Inventory Management and Cost Investment Recovery | Basic ANSYS

E. Tarif Tenaga Ustrik (Tarlf Subsidi dan Tarif Non Subsidi / Adjustment)
Tarif Tenaga listrik diatur melalui Peraturan menteri ESDM No. 31 tahun 2014. Dalam Permen tersebut diatur bahwa sejak 1 Januari 2015 diberlakukan penyesuaian 10 Tarif TTL Non Subsidi yang setiap bulannya bisa turun, tetap atau naik dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang Dollar
Amerika terhadap mata uang Rupiah (kurs), harga minyak dengan acuan lndonesia Crude Price (ICP) dan pengaruh inflasi. Sementara untuk Tarif Subsidi adalah tarif untuk 450 & 900 VA.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *